<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pengalaman Hidup Alumni Fisika 3 Tahun 90</title>
	<atom:link href="http://gafisthree.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gafisthree.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 09:36:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gafisthree.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pengalaman Hidup Alumni Fisika 3 Tahun 90</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gafisthree.wordpress.com/osd.xml" title="Pengalaman Hidup Alumni Fisika 3 Tahun 90" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gafisthree.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Reuni Perdana di Surabaya Juni 2009</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/09/reuni-surabaya-juni-2009/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/09/reuni-surabaya-juni-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reuni]]></category>
		<category><![CDATA[jco]]></category>
		<category><![CDATA[perdana]]></category>
		<category><![CDATA[surabaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Herry Hermawan] Setelah mendapat kabar dari Fuady, kalo dia sudah sampai di Surabaya dan menginap di Hotel Tunjungan, maka kami pun janjian untuk ketemuan. Saat dijalan aku telepon Rizal menawarkan untuk ikut juga, walaupun sedang piket di IGD RSU Dr.Sutomo dia menyanggupi. Jadi sebelum menuju ke hotel tunjungan lalu mobil aku arahkan ke rumah sakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=91&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_93" class="wp-caption aligncenter" style="width: 311px"><img class="size-medium wp-image-93" title="reuni_perdana" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/reuni_perdana.jpg?w=301&#038;h=226" alt="reuni_perdana" width="301" height="226" /><p class="wp-caption-text">Reuni di Surabaya Juni 2009</p></div>
<p>[<strong>gafisthree-Herry Hermawan</strong>] Setelah mendapat kabar dari Fuady, kalo dia sudah sampai di Surabaya dan menginap di Hotel Tunjungan, maka kami pun janjian untuk ketemuan. Saat dijalan aku telepon Rizal menawarkan untuk ikut juga, walaupun sedang piket di IGD RSU Dr.Sutomo dia menyanggupi. Jadi sebelum menuju ke hotel tunjungan lalu mobil aku arahkan ke rumah sakit tempat Rizal betugas. Rizal menunggu di halaman depan IGD, aku lihat ada orang yg mirip Rizal cuma badannya kok gemuk ya?, hehe..maklum ini pertemuan ku yang pertama dengan Rizal setelah 19 tahun. Dalam perjalanan Rizal mencoba untuk tlp Emil, tapi tdk ada jawaban, so&#8230; Emil gak ikut.</p>
<p><span id="more-91"></span></p>
<p>Sampai di hotel tunjungan kami menunggu Fuady sebentar dan langsung cabut (hehe..kaya&#8217; masih sekolah aja cabut). Lokasi langsung aku tawarkan ke Surabaya Town Square, krn nih tempat banyak cafe untuk nongkrong dan buka sampai lebih dari jam 12 malam, beda sama Tunjungan Plaza di sebelah hotelnya Fuady menginap yg cuma buka sampe jam 9 malam, gak cukup kan buat ngobrol waktunya.</p>
<p>Dalam perjalanan Fuady juga sempat tanya2 lokasi Gang Doli sebelah mana? aku cuma menunjukkan arahnya, krn aku juga gak hapal daerahnya krn harus keluar masuk gang baru bisa sampe ke sana. Kemudian Fuady juga telp pak Ketua Machfud, kalo kami bikin reuni kecil-kecilan di Surabaya.</p>
<p>Sampai di SUTOS kami ke JCO, dan mulailah ngobrol, dan yg diobrolin adalah cewek-cewek Gafisthree!! &#8230; ini krn pada gak bawa bini,hahaha. Dan cerita paling seru adalah ternyata pada hari itu Rizal telah memotong 2 kaki orang, masing-masing satu dan yg satunya cewek masih muda belum kawin lagi,hihi&#8230;. cerita detailnya enakan Rizal sendiri yang nulis yah.</p>
<p>Setelah sekitar jam 12 malam kami pulang, antar Rizal kembali ke RS dan Fuady ke Hotel. Sebelum pulang aku di oleh-olehin Fuady Kopi Aceh..mantap kali!!</p>
<p>Sementara ini dulu, cerita lain &#8220;coming soon&#8221;.hehe..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=91&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/09/reuni-surabaya-juni-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/reuni_perdana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">reuni_perdana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reuni di Citos Agustus 2009</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/09/reuni-citos-agustus-2009/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/09/reuni-citos-agustus-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 09:21:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Reuni]]></category>
		<category><![CDATA[citos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Erwin Mazwardi] Sayang sekali Faisal dan Ivan tidak dapat berkumpul bersama. Insya Allah di lain kesempatan. Faisal mau mengejar kapal katanya.   Machfud seperti biasa, suaranya tidak berubah, tapi mukanya saja yang agak bundar. Sorry ya Fud. Tapi doi memang masih cocok sebagai ketua-kelas dan juragan minyak, tidak segan-segan membayar lebih ongkos makan-makan kita. Makasih Fud. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=88&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<dl class="wp-caption aligncenter">
<dt><img class=" " title="reuni_citos" src="../files/2009/11/reuni_citos.jpg?w=300" alt="reuni_citos" width="300" height="225" /></dt>
</dl>
<p>[<strong>gafisthree-Erwin Mazwardi</strong>] Sayang sekali Faisal dan Ivan tidak dapat berkumpul bersama. Insya Allah di lain kesempatan. Faisal mau mengejar kapal katanya.   Machfud seperti biasa, suaranya tidak berubah, tapi mukanya saja yang agak bundar. Sorry ya Fud. Tapi doi memang masih cocok sebagai ketua-kelas dan juragan minyak, tidak segan-segan membayar lebih ongkos makan-makan kita. Makasih Fud.<br />
<span id="more-88"></span></p>
<p>Adnan yang aku paling kaget. Soalnya punya jambang yang macho sekali. Aku sempat bertanya kepada Adnan, tip-tip untuk memiliki janggut seperti itu. Tapi beliau tersenyum lebar saja. Beliau juga mengeluarkan falsafah terbaru &#8220;Kalau mau hidup tenang, jangan berbini lebih dari satu&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;">CMM, datang dengan senyum-senyum. CMM udah kurusan dari dulu. Kaget juga aku. Makanya beliau banyak senyum-senyum selama makan, habis pede seih. CMM kelihatannya bahagia tinggal di Jakarta dengan suami seorang pengusaha. Ya nggak CMM?</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;">Lena, muka tidak berubah, tapi mengaku dengan sedih, bahwa berat badannya naik banyak. Mungkin posisinya di bagian marketing Asuransi Takaful adalah lahan basah. Betul nggak Len. Eh, dia nggak ada di FB. Lena masih keberatan join FB, takut teracuni katanya.</p>
<p>Sahlan yang terakhir nih. Soalnya dia paling lambat nyampe ke acara. Asal ditelepon, jawabannya masih berada di tol. Aku dapat kartu bisnis Sahlan yang cerah warnanya. Beliau lagi bisnis teripang sebagai lahan sampingannya. Tapi sori Lan, kepalanya agak botak, baru naik haji ya?</p>
<p>Aku sendiri berada dalam kondisi yang tidak fit. Kayaknya kena &#8220;food poisoning&#8221; di Cempaka Mas sebelumnya. Harus bolak-balik ke toilet. Setelah acara itu, aku terbaring dua hari di rumah karena demam diakibatkan diare. Betul-betul penyakit orang kampung. Untung nggak sampai menginap di RS.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=88&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/09/reuni-citos-agustus-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musibah Yang Menyelamatkan Dari Tsunami</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/08/musibah-yang-menyelamatkan-dari-tsunami/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/08/musibah-yang-menyelamatkan-dari-tsunami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 05:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[keudah]]></category>
		<category><![CDATA[lampeuneurut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Qarnibal Thamrin] Saya mau bagi cerita seputar tsunami 26 Desember 2004. Jauh sebelumnya di tahun 1990, kami sekeluarga tingga di sebuah rumah sewa di desa Keudah. Saya bersama lima orang adik saya dan Abi dan Umi kami. Di suatu malam setelah satu minggu selesai EBTANAS SMA, adik perempuan Trimarlinda binti Thamrin Buyung (di bawah saya) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=67&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_71" class="wp-caption aligncenter" style="width: 419px"><img class="size-full wp-image-71" title="tsunami" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/tsunami.jpg?w=500" alt="tsunami"   /><p class="wp-caption-text">Kehancuran Akibat Tsunami Aceh</p></div>
<p>[<strong>gafisthree-Qarnibal Thamrin</strong>] Saya mau bagi cerita seputar tsunami 26 Desember 2004. Jauh sebelumnya di tahun 1990, kami sekeluarga tingga di sebuah rumah sewa di desa Keudah. Saya bersama lima orang adik saya dan Abi dan Umi kami. Di suatu malam setelah satu minggu selesai EBTANAS SMA, adik perempuan Trimarlinda binti Thamrin Buyung (di bawah saya) yang baru satu hari ikut EBTANAS meninggal dunia karena tabrakan di depan toko cat Polimas simpang Jalan WR Supratman dan RA Kartini di Pasar Peunayong, tanggal 14 Mei 1990.<br />
<span id="more-67"></span></p>
<p>Akhir dari peristiwa tersebut keluarga kami berdamai dengan pihak penabrak tersebut dan kami diberikan sejumlah uang duka. Untuk mengenang pengorbanan almarhumah adinda kami tersebut, maka sekeluarga sepakat untuk membeli tanah untuk tempat tinggal sekeluarga kami yang baru di sebuah kampung yaitu Lampeunerut Ujong Blang (Kampungnya M Yahya Yatim Anggota Kopassus mantan Siswa III FISIK II SMA Neg. Banda Aceh). Kebetulan kami berhubungan juga secara jauh dari garis Umi/Ibu saya.</p>
<p>Keluarga besar Bapak saya bingung melihat kami dan ada banyak komentar miring tentang kepindahan kami kembali ke desa. Katanya, orang semuanya pindah dari desa ke kota, tapi kalian kok sebaliknya. Ini pertanda kemunduran. Tapi kami berprinsip, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu. Karena terlalu ke kampung, tempat kami jarang  jadi tempat kumpul keluarga besar.</p>
<p>Tapi tanggal 26 Desember 2004 Allah SWT merubah segalanya, maha tsunami melanda Aceh, Asia Selatan dan pantai timur Afrika. Mungkin lebih dari 300 ribu nyawa melayang (lebih dahsyat dari Hiroshima &amp; Nagasaki yang cuma menelan 175 ribu nyawa), termasuk 66 orang keuarga Ayah dan Ibu saya.</p>
<p>Tempat tinggal sewaan kami dulu hancur berkeping-keping dan keluarga ayah saya yang berpadangan miring itupun ikut jadi korban. Hanya tersisa satu rumah tempat berkumpul walaupun sudah diguncang Gempa 9.8 SR selama 15 menit (900 detik) &#8211; rumah kami, yaitu rumah kami di kampung Lampueunerut masih kokoh berdiri&#8230;Subhanallah!!! Dan saat ini jadi markas komando/tempat kumpul semua sanak famili dari luar kota jika datang ke Banda Aceh</p>
<p>Hikmah dari semuanya itu saya tarik kesimpulan, musibah yang diberikan Allah tanggal 14 Mei 1990, telah diberikan balasan yang lebih mulia oleh Allah setelah tsumani 26 Desember 2004. Banyangkan jika masih tinggal di rumah sewa tersebut mungkin kisah ini tidak pernah ada untuk saya ceritakan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=67&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/08/musibah-yang-menyelamatkan-dari-tsunami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/tsunami.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tsunami</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Aku Jadi Petani?</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/07/mengapa-aku-jadi-petani/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/07/mengapa-aku-jadi-petani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 00:04:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[unisba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Ifan Zahari] Selepas SMA tahun 90 aku ke Bandung, rencananya mau kuliah, aku ngambil TMI Unisba, tapi dasarnya ngga bakat kuliah, akhirnya hancur semuanya. Tanggal 18 April 1996 aku cabut ke Yogya, 3 tahun disana jadi pengangguran. Setelah pikiran dan jiwaku letih dengan tidak menjadi apa-apa, pada akhir september 1999 aku pulang ke Lampung (tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=54&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_63" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-63" title="bibit_padi" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/bibit_padi.jpg?w=300&#038;h=225" alt="bibit_padi" width="300" height="225" /><p class="wp-caption-text">Padi Siap Ditanam</p></div>
<p>[<strong>gafisthree-Ifan Zahari</strong>] Selepas SMA tahun 90 aku ke Bandung, rencananya mau kuliah, aku ngambil TMI Unisba, tapi dasarnya ngga bakat kuliah, akhirnya hancur semuanya. Tanggal 18 April 1996 aku cabut ke Yogya, 3 tahun disana jadi pengangguran. Setelah pikiran dan jiwaku letih dengan tidak menjadi apa-apa, pada akhir september 1999 aku pulang ke Lampung (tempat keluargaku tinggal), belum sampai dua minggu aku dirumah, aku ditawari oleh Abang Iparku untuk kerja borong perkebunan kelapa sawit seluas 1600 hektar di Sumbar (tempatku skrg), Baru nyampe disana aku sangat kaget, untuk mencapai lokasi saja dibutuhkan waktu 4 jam jalan tanah yang berlubang-lubang, daerahnya masih hutan belantara, kampung terdekat kira-kira 5 Km berjalan kaki, Borongan kelar di akhir tahun 2000, ditahun itu pula aku menikahi wanita dari kampung yang dekat dengan lokasi boronganku, pilihan menikahi wanita tsb membuat hubunganku dengan keluargaku agak bermasalah (terutama IBUku), karena beliau mungkin sudah mempersiapkan gadis lain untuk jodohnya, dan mulai saat itu aku tinggal di Kampung isteriku sampai sekarang, yang mata pencahariannya masyarakatnya adalah petani. Dikarenakan mungkin aku punya latar belakang pendidikan (walaupun SMA), masyarakat setempat memberiku peluang untuk bersama-sama mereka membangun kampung mereka.</p>
<p><span id="more-54"></span></p>
<p><strong>Gharin</strong></p>
<p>Gharin, sebuah jabatan yang jauh dari dari kata “Bonafide” untuk sebuah status profesi dimasyarakat. Tapi gharin merupakan sebuah jabatan sakral dikampungku. Untuk menjadi seorang gharin memang tidak memerlukan menjalani sebuah proses “fit and profer test” tapi menjadi seorang gharin adalah sebuah jabatan turun menurun yang tidak sembarang orang bisa memangkunya. Dikampungku, Gharin di dalam struktur kepengurusan Masjid masuk dalam “Malin Ampek Musajik” artinya Ulama Masjid yang berjumlah empat orang. Selain Gharin, didalam struktur Malin Ompek Musajik tercantum Angku Imam, Angku Khatib, Angku Bilal. Keempat orang tersebut mempunyai fungsi dan jabatan yang sama berpengaruh didalam hirarki Masjid dikampungku. Tetapi didalam kesehariannya, tugas dan tanggung jawab seorang Gharin sangatlah bertolak belakang dari ketiga rekannya di dalam kepengurusan Masjid. Contohnya tugas seorang Angku Imam tentunya mengimami ibadah shalat berjamaah di Masjid. Tugas Angku Khatib tentu saja menjadi penceramah atau membacakan khutbah. Dibidang lain tugas Angku Bilal mengumandangkan Adzan. Sementara tugas seorang Gharin berdasarkan Job dan Description yang tak tertulis yaitu, mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan kelancaran pelaksanaan ibadah shalat atau acara lainnya yang diadakan di Masjid, termasuk menyapu lantai masjid.</p>
<p>Malam ini, kebetulan aku berkesempatan bersebelahan duduk dengan Gharin Masjid dikampungku, setelah pelaksanaan Shalat Tarawih berjamaah seraya menemani beberapa orang pemuda yang melaksanakan Thadarus. Ah… kesempatan langka, pikirku. Akupun mencoba membuka dialog dengan Beliau, “Sudah berapa lama menjadi Gharin, Kek ?”, tanyaku. “Hampir 50 tahun-an”, jawab Beliau singkat. 50 tahun pikirku, sebuah pengabdian pada profesi yang sangat luar biasa. “Iya, sekitar 50 tahun kira-kira Kakek menjadi Gharin, karena waktu menerima jabatan Gharin dari Paman, Kakek waktu itu baru saja menikah, dan kalau tidak salah waktu itu umur kakek lebih kurang 19 tahun-an,” tegas sang Gharin kemudian karena terbaca olehnya sebersit keraguan diwajahku. “Maaf Kek, berapa penghasilan yang didapat menjadi seorang Gharin ?” selidikku. “Ah, berapalah, Kakek diberi jatah 300 padi (kira-kira 150 kg beras : red) setiap tahunnya oleh Ninik Mamak” terang Sang Gharin. “Tapi jabatan ini kan turun temurun, jadi setelah meninggal Paman (Mamak : Minangkabau), Kakek berkewajiban menjalankan jabatan ini,” terangnya kemudian. 150 Kg beras dalam setahun, imajinasiku membayangkan biaya hidup sebuah keluarga dalam sebulan. Ahh.. ironisnya.</p>
<p>“Tapi percayalah rezeki tak berpintu !”</p>
<p><strong>Masjid</strong></p>
<p>Ditempatku, bulan Ramadhan kali ini banyak hal yang menarik perhatianku, diantaranya Masjid, sarana dimana biasanya berlangsung tempat beribadah bagi masyarakat dikampungku yang memiliki penampilan lain dengan dibangunnya pelataran parkir dan sebuah kolam air mancur yang banyak membuat decak kagum orang-orang ditempatku (Akhirnya… Setelah ratusan tahun sejarah kampung ini ada) sebuah kolam air mancur menjadi hot issues yang menggugah perasaanku. Setiap sore banyak anak-anak memanfaatkan sekeliling kolam tersebut untuk bersepeda atau bersenda gurau dengan sesamanya. Adapula pula yang menjadikan kolam air mancur tersebut sebagai background untuk pengambilan foto pribadi walaupun hanya melalui kamera Handphone. Dan yang tak bisa kubayangkan antusias seluruh masyarakat didalam melaksanakan ibadah, khususnya Shalat Tarawih Ramadhan kali ini sungguh mencengangkanku, selalu Full, sampai kepelataran Masjid. “Mudah-mudahan ini bukan merupakan dampak dibangunnya sebuah kolam air mancur.” Amin…</p>
<p>Hot issues : masyarakat ditempatku memperdebatkan bagaimana proses terjadinya air mancur, yang mungkin hingga saat ini hanya beberapa orang saja yang mengerti terjadinya air mancur dan memang sudah menjadi kewajibanku untuk menjelaskan kepada masyarakat dikampungku.</p>
<p>Keramaian shalat Tarawih malam ini sungguh luar biasa, didalam masjid penuh dengan masyarakat yang ingin menjalankan ibadah shalat, sementara diluar (pelataran parkir) berjubel berbagai jenis kendaraan baik roda dua ataupun roda empat, sungguh mengagumkan, untuk seukuran desa yang hanya didiami tidak lebih dari 950 jiwa. Secara sekilas kuperhatikan paling tidak ada 2 mobil baru yang terparkir dengan sangat elegan di sudut barat pelataran parkir, sementara di sebelah timur, sepeda motor yang masih menggunakan plat nomer “Dicoba” setidaknya ada 6 unit, belum lagi kendaraan2 lama yang tak sempat kuhitung jumlahnya.</p>
<p>Sebuah efek dari meningkatnya pendapatan masyarakat berakibat pada pola hidup yang semakin konsumtif, pikirku. Tetapi ada hal yang sangat sederhana yang sangat mengusik pikiranku, yaitu, jarak dari rumah masing-masing individu masyarakat yang berniat melaksanakan shalat tarawih berjamaah yang paling jauh hanya 600 meter dari Masjid, dan malam ini cuaca begitu cerahnya, serta jalan rigit beton menuju Masjid sangat mulus, karena baru 2 tahun belakangan ini dibangun. Mungkin kepenatan setelah bekerja seharian baik disawah maupun dikebun yang membuat masyarakat lebih memilih berkendaraan dari pada berjalan kaki atau ???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=54&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/07/mengapa-aku-jadi-petani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/bibit_padi.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bibit_padi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bisakah Aceh Seperti Bali?</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/bisakah-aceh-seperti-bali/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/bisakah-aceh-seperti-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 23:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[aceh]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[danau batur]]></category>
		<category><![CDATA[kintamani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-M Rizal] Aku di Bali saat ini, stase bali satu bulan. Ternyata Bali itu kecil (sorry baru kali ini ke Bali). Dari ujung ke ujung dapat ditempuh dalam 4 jam. Sedangkan dari pantai Timur ke pantau Barat dapat ditempuh dalam satu jam. Sangat kecil kalau dibandingkan Aceh. Untuk keindahan alamnya, Aceh jelas tidak kalah. Pantai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=40&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_77" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-77" title="danau_batur" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/danau_batur.jpg?w=300&#038;h=200" alt="danau_batur" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Danau Batur</p></div>
<p>[<strong>gafisthree-M Rizal</strong>] Aku di Bali saat ini, stase bali satu bulan. Ternyata Bali itu kecil (<em>sorry </em>baru kali ini ke Bali). Dari ujung ke ujung dapat ditempuh dalam 4 jam. Sedangkan dari pantai Timur ke pantau Barat dapat ditempuh dalam satu jam. Sangat kecil kalau dibandingkan Aceh. Untuk keindahan alamnya, Aceh jelas tidak kalah. Pantai pasir putih kita ada lebih bagus daripada Kuta atau Pecatu. Mau cari pantai bertebing seperti Tanah Lot pun, kita punya, misalnya Puncak Gurute atau daerah Tapaktuan. Kalau gunung apalagi. Memang upacara-upacara agama seperti di Bali kita tidak ada, tapi itu bukan masalah.</p>
<p><span id="more-40"></span></p>
<p>Mungkin yang perlu kita perbaiki adalah cara kita melayani orang lain, memperbaiki infrastruktur untuk memudahkan wisatawan menjangkau tempat yang akan kita jual, menjaga kebersihan, memberi rasa nyaman kepada pelancong (kita di Aceh kalo ada orang yang berbeda, langsung kita liatin terus sehingga mereka ngak nyaman). Bukan berarti harus merubah kultur kita. Mungkin kultur kita bisa kita jual juga untuk mereka. Buat harga perjalanan ke tempat kita lebih murah atau standar. Jangan lupa promosi yang proporsional, mungkin itu membantu pariwisata kita.</p>
<div id="attachment_79" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-79" title="tapaktuan_1" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/tapaktuan_1.jpg?w=300&#038;h=200" alt="tapaktuan_1" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Tapak Tuan</p></div>
<p>Ternyata bukan pantai dan gunung saja yang indah di Bali, sampai ke desa-desa yang bukan daerah wisata juga tertata rapi. Setiap lahan hampir semuanya dimanfaatkan untuk pertanian atau tanamanan keras. Aku merasa iri, kalo seandainya kampung kita seperti kampung mereka, pasti masyarakat di Aceh lebih makmur. Ngak ada pengemis di jalan-jalan atau yang datang ke rumah-rumah. Kampung mereka bersih, padahal mereka itu bukan Islam, hidup mereka lebih Islami dari orang Islam. Apa dan dimana yang salah dengan orang-orang kita (muslim)?</p>
<p>Kemaren aku ke Danau Batur di Kintamani. Di sana indah. Mungkin hampir mirip dengan danau Laut Tawar kita. Di kelilingi gunung, tapi sepi dari pengunjung. Ternyata tempat itu sudah mulai ditinggalkan oleh pengunjung karena orang-orang disitu membuat pengunjung merasa ngak nyaman. Misalnya saja tempat yang kotor. Pedagang yang memaksa untuk beli barangnya. Kemudian orangnya yang kurang ramah. Bila cari <em>guide </em>dari daerah situ orangnya sering ngak jujur. Misalnya mereka bilang Rp.250rb. Kita pikir perpaket semua, ternyata perorang Rp.250rb. Habis itu mereka sering membawa teman-teman sampai 3 orang. Semua kita bayar sama.  Itu yang kami alami waktu naik ke Gunung Batur.</p>
<p>Orang di Bali kalau menurut saya hidupnya lebih baik daripada aceh. Hampir tidak pernah lihat rumah gubuk walaupun di kampung-kampung. <em>Cleaning Service</em> saja punya sepeda motor dua buah. Bisa buat rumah jutaan rupiah padahal mereka <em>cleaning service</em>, apa itu dibantu saudara atau mereka punya sampingan lain, aku ngak tau. Dalam cara berpakaian,  mereka masih banyak yang mau pakai pakaian adat mereka.</p>
<p>Ada yang unik dengan peraturan lalu lintasnya, bila orang pakai baju keagamaan, seperti peci, atau topi adat bali, boleh ngak pake helm kemanapundi Bali, walau lewat depan polisi dijamin ngak ditangkap. Itu cuma ada di Bali.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=40&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/bisakah-aceh-seperti-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/danau_batur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">danau_batur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/tapaktuan_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tapaktuan_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memangnya Bertanding Siapa Lawan Siapa?</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/siapa-lawan-siapa/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/siapa-lawan-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Ifan Zahari] Didesa tempatku tinggal (pelosok memang) ada rutinitas masyarakat yang sebagian besar mata pencaharian petani ketika sesudah maghrib mereka berkumpul di kedai-kedai yang memang banyak ditempatku. Berbagai aktifitas yang mereka lakukan dikedai-kedai tadi, ada yang sekedar berbagi cerita tentang kegiatan mereka disiang harinya, menumpang menonton televisi (yang biasanya memang disediakan pemilik kedai), main catur, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=31&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>gafisthree-Ifan Zahari</strong>] Didesa tempatku tinggal (pelosok memang) ada rutinitas masyarakat yang sebagian besar mata pencaharian petani ketika sesudah maghrib mereka berkumpul di kedai-kedai yang memang banyak ditempatku. Berbagai aktifitas yang mereka lakukan dikedai-kedai tadi, ada yang sekedar berbagi cerita tentang kegiatan mereka disiang harinya, menumpang menonton televisi (yang biasanya memang disediakan pemilik kedai), main catur, berbelanja kebutuhan mereka, atau sekedar duduk-duduk saja.</p>
<p>Dua hari yang lalu terjadi sebuah kerumunan disebuah kedai yang memang tak jauh dari rumahku. Tanpa maksud menyelidiki aku memperhatikan saja dari depan rumah, apa gerangan yang kira-kira terjadi. Ku lihat didepan kedai tersebut parkir sebuah mobil APV abu-abu bertuliskan Indovision. Ah.. paling-paling itu kedai memasang TV berlangganan pikirku cepat.</p>
<p><span id="more-31"></span><br />
Kemarin malam kebetulan aku bertandang kekedai yang kuceritakan diatas sekedar ingin bersosialisasi. Pengunjung ramai sekali nampaknya. Didepan mereka TV 29 inchi sedang menyiarkan pertandingan sepak bola. Riuh rendah terjadi di kedai tersebut. Rupanya pertandingan sepak bola sudah memasuki menit ke 80, hanya sekitar 12 menitan aku dapat turut menyaksikan pertandingan tersebut. Tak berapa lama pertandinganpun selesai. Berbagai komentar dan celoteh aku dengar dari beberapa pengunjung tentang pertandingan tadi, yang intinya sebuah pertandingan sepak bola yang menarik.</p>
<p>Setelah keadaan dikedai tersebut mulai agak normal, pengunjung mulai sibuk lagi dengan kegiatan lainnya. Aku mencoba untuk mencari tahu ke pengunjung yang memang menyaksikan pertandingan sepakbola tadi mulai dari awal. Kumulai dari sebelah kiriku : “Hebat pertandingannya ya, siapa yang menang tadi ? tanyaku. “Yang baju biru” jawab orang disebelah kiriku. “Bukan, yang merah menang” sela laki-laki paroh baya didepanku. Terjadi perdebatan siapa yang kalah atau siapa yang menang beberapa saat diantara beberapa orang disekelilingku. Aku coba menetralkan suasana agar perdebatan tidak menjadi panjang dengan mengajukan pertanyaan “ Memangnya yang bertanding siapa lawan siapa ? tanyaku. Merekapun terdiam…</p>
<p>(Potret sebuah kenaifan dan ketidak berdayaan masyarakat awam, apakah memang masih banyak anak bangsa yang ternyata : “maaf : buta huruf”)</p>
<p>(Siaran Ulangan Piala Champion antara Manchester United vs Chelsea yang dimenangkan MU 1-0; disiarkan ESPN-red)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=31&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/siapa-lawan-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengobatan Alternatif Untuk Stroke</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/pengobatan-stroke/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/pengobatan-stroke/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[stroke]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-M Sahlan Ibrahim] Seperti kata pepatah&#8230; Tak ada gading yang tak retak dan tak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Minggu yang lalu aku dari Jakarta ke Banda Aceh dengan tujuan untuk melihat kedua orang tuaku yang sekarang ada di BNA. Ibu ku Stroke sudah 2 Th lebih, bed rest dan hanya bisa menggerakkan tangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=27&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_65" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-65" title="serangan_jantung" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/serangan_jantung.jpg?w=300&#038;h=201" alt="serangan_jantung" width="300" height="201" /><p class="wp-caption-text">Penderita Stroke</p></div>
<p>[<strong>gafisthree-M Sahlan Ibrahim</strong>] Seperti kata pepatah&#8230; Tak ada gading yang tak retak dan tak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Minggu yang lalu aku dari Jakarta ke Banda Aceh dengan tujuan untuk melihat kedua orang tuaku yang sekarang ada di BNA. Ibu ku Stroke sudah 2 Th lebih, <em>bed rest</em> dan hanya bisa menggerakkan tangan sebelah kiri dan dengan bicara yang hanya dimengerti oleh anggota keluarga saja. Kunjunganku minggu kemarin sekaligus membawa misi pengobatan, atas informasi dari beberapa orang kerabat ada seorang Shin see dari Medan yang konon bisa mengobati orang Stroke. Singkat cerita aku dan salah seorang abangku yang berdomisili di Jakarta membawa si Shin see tsb ke BNA (dengan penuh perjuangan) karena dia tidak pernah mau meninggalkan Medan utk membantu orang.</p>
<p><span id="more-27"></span></p>
<p>Pengobatan memakan waktu 3 hari, karena kondisi orang tuaku yang sudah sangat berumur (77 Th), menurut si Mbah Shin see kalau pasien berkisar di usia 50 Th hanya 1 hari saja.</p>
<p>Kami sekeluarga menyaksikan bagaimana si Mbah Shin see itu mengobati Ibu ku : Tidak ada yang aneh-aneh !!</p>
<p>Hari 1: dia memfokuskan pada leher, yang awalnya tidak bisa tegak dan melihat ke kanan, kiri, ke atas dan bawah setelah di pegang oleh si shin see ibuku langsung bisa melihat ke kiri, kanan, atas, bawah dengan kepala yang tegak dan pada menit itu juga sudah bisa di duduk kan di kursi roda selama 1.5 jam tanpa harus di pegang kepala.</p>
<p>Hari ke-2 : di fokuskan pada tangan, punggung, kaki dan pangkal paha. Alhamdulillah kemajuannya sudah bisa miring ke kanan dan ke kiri tanpa bantuan dan tangan yang tadinya tidak bisa digerakkan sama sekali di depan mata saya langsung bisa digerakkan (buka/tutup) dan menarik tangan sendiri dari atas kepala.</p>
<p>Hari ke-3 : memperbaiki syaraf bicara.. Subhanaullah yang tadinya bicara tidak jelas menjadi sangat jelas pengucapannya, mulai dari mengucapkan angka 1 &#8211; 10. a &#8211; z sampai mengucapkan salah satu ayat dalam surat Al- Baqarah.</p>
<p>Untuk menjaga kemajuan yang telah di capai si Mbah Shin see minta sering di latih/dibiasakan, kalau tidak bisa lupa dan dengan menjaga tensi. Target-nya dalam 1 bulan kedepan ibu ku sudah bisa duduk di kursi pesawat, agar bisa control ke Medan.</p>
<p>Demikianlah sekilas info yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan bermanfaat buat kita dan keluarga khususnya penderita Stroke. Kesembuhan itu adalah Hak dan Milik Allah, si Mbah Shin see ini hanyalah sebagai perantara saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=27&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/pengobatan-stroke/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/serangan_jantung.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">serangan_jantung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gadis Fotomodel di Jambore SL-PTT</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/gadis-fotomodel/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/gadis-fotomodel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:28:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[boyolali]]></category>
		<category><![CDATA[jambore]]></category>
		<category><![CDATA[slptt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Ifan Zahari] Pada tanggal 8 Juni 2009 lalu (Pada saat itu acara Pembukaan Jambore SL-PTT di Boyolali, Jateng oleh Presiden SBY)… Jam menunjukkan tepat pukul 8 pagi, hari senin, ditenda utama (tempat acara pembukaan), sambil menunggu kedatangan Pak SBY, ditempat dudukku, yang kebetulan baris kedua dari depan sehingga lalu lalang peserta Jambore dapat dengan jelas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=25&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>[<strong>gafisthree-Ifan Zahari</strong>] Pada tanggal 8 Juni 2009 lalu (Pada saat itu acara Pembukaan Jambore SL-PTT di Boyolali, Jateng oleh Presiden SBY)…</p>
<p>Jam menunjukkan tepat pukul 8 pagi, hari senin, ditenda utama (tempat acara pembukaan), sambil menunggu kedatangan Pak SBY, ditempat dudukku, yang kebetulan baris kedua dari depan sehingga lalu lalang peserta Jambore dapat dengan jelas aku perhatikan. Begitu ramainya orang yang berlalu lalang di hadapanku, tetapi ada yang menarik perhatianku selain pembawa acara yang aku baca dari buku panduan acara yang ternyata merupakan penyiar TVRI (yang tentu saja : cantik) yaitu tiga gadis tinggi semampai yang mengenakan kaos “Petani SL-PTT, Kontingen Prop. Jawa Barat”. Dalam benakku menerawang, kalau begini profile petani kita, mungkin semakin banyak orang yang ingin menjadi petani.</p>
<p><span id="more-25"></span></p>
<p>Secara kebetulan disebelah tempat dudukku, ada seorang Bapak separoh baya yang secara sepintas lalu kaos yang yang dikenakannya sama dengan tiga gadis tadi. Rasa ingin tahu muncul seketika dan aku mencoba berdialog dengannya. “Dari Ja-bar ya Pak” tanyaku. “Iya dik” jawab si Bapak pendek saja. “Jadwal acaranya meleset ya Pak, seharusnya acara sudah dimulai” kataku lagi. “Biasalah dik, dimana-mana di Indonesia ini terkenal Jam Karet” jawah si Bapak sekenanya. “Yang bertiga itu petani dari Jabar juga ya Pak? Selidikku sambil menunjuk kearah tiga gadis cantik yang lalu dihadapan kami tadi. “Yang mana” tanya si Bapak. “Yang itu Pak, yang pakai kaos seragam seperti Bapak juga” jawabku. “Entahlah dik” jawab si Bapak pasrah. Pembicaraan kami terputus ketika pembawa acara memberi aba-aba bahwa Presiden akan menuju tempat acara.</p>
<p>Siang setelah acara pembukaan, seluruh peserta jambore, tamu dan undangan lainnya dipersilahkan untuk makan siang yang telah disediakan oleh panitia. Tanpa dipersilahkan untuk kedua kalinya, semuanya berhamburan menuju tempat yang telah disediakan. Aku pun bergegas menuju tempat dimaksud. Belum sampai ditempat yang kutuju, sekali lagi aku bertemu dengan ketiga gadis yang potongannya lebih mirip fotomodel dari pada petani tadi sedang bercengkerama dengan dua orang Bapak yang kalau tidak salah penilaianku paling tidak kepala dinas atau pejabat penting.</p>
<p>Dan seketika itu akupun mengkhayal : (Ah… andai aku seorang pejabat !)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=25&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/gadis-fotomodel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuliah Dimana Dik?</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/kuliah-dimana/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/kuliah-dimana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Nov 2009 00:23:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[bandar lampung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[lorena]]></category>
		<category><![CDATA[sijunjung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-Ifan Zahari] Diantara perjalanan dari Bandar Lampung (Tempat Ibu-ku) ke Sijunjung (Dimana keluargaku tinggal) sepulang dari Boyolali (Jateng), ada sebuah cerita tentang kehidupan. Diatas Bus Lorena, aku satu tempat duduk seorang pemuda, yang secara sekilas pandanganku agak membosankan, tapi untuk sekedar teman perjalanan apa salahnya aku coba ramah dengannya. “Mau kemana Dik ? tanyaku, “Ke-Padang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=21&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-45" title="lorena" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/lorena.jpg?w=500" alt="lorena"   /></p>
<p>[<strong>gafisthree-Ifan Zahari</strong>] Diantara perjalanan dari Bandar Lampung (Tempat Ibu-ku) ke Sijunjung (Dimana keluargaku tinggal) sepulang dari Boyolali (Jateng), ada sebuah cerita tentang kehidupan.</p>
<p>Diatas Bus Lorena, aku satu tempat duduk seorang pemuda, yang secara sekilas pandanganku agak membosankan, tapi untuk sekedar teman perjalanan apa salahnya aku coba ramah dengannya. “Mau kemana Dik ? tanyaku, “Ke-Padang, Pak” jawabnya, “Dimana Padang-nya ? tanyaku lagi. Agak ragu dia menjawab “ Kiliran Jao, Pak” katanya. Ah rupanya sama tujuan kami, dalam hati. Kembali kucecar dia dengan pertanyaan : “Dari mana tadinya” tanyaku. “Dari bandung, Pak, tapi singgah dulu di rumah teman di Jakarta” jawabnya. Ah… Bandung, kota lamaku, (dalam benakku terkenang masa-masa di Bandung dulu). “Dibandung, kuliah atau kerja ? tanyaku lagi. “Kuliah, Pak” jawabnya tegas. (Ada kesombongan terbaca diraut wajahnya). “Universitas mana, ITB ya ? tanyaku kemudian. “Ya Pak, ITB” jawabnya angkuh. “Jurusan apa, semester berapa ?” tanyaku penasaran. “Hukum Pak, semester IV” jawabnya pasti. Perbincangan kami terhenti disitu, kami sibuk dengan pikiran masing-masing, dan akhirnya akupun tertidur.</p>
<p><span id="more-21"></span></p>
<p>Beberapa hari yang lalu, aku menghadiri undangan khitanan anak seorang teman, yang kebetulan adalah seorang kepala desa tetangga dari desa tempat ku tinggal. Sesudah mencicipi hidangan dan basa basi sebentar kepada tamu/undangan lainnya yang aku kenal, kemudian aku pamit ke teman yang punya hajat. Ternyata ketika aku akan berjabat tangan kepada temanku tadi sekilas wajah yang agaknya kukenal menghampiri temanku. “Oh ya, kenalkan Pak, ini Eman, putra tertua saya, sudah tiga tahun tidak pulang, katanya dulu mau merantau ke Malaysia, tapi malah jadi pengangguran di Bandung” kata temanku sambil memperkenalkan anaknya kepadaku. “Man… ini Om Ifan, dulu juga pernah lama tinggal dan kuliahnya di Bandung” terang temanku kepada anaknya dengan bersemangat. Dan ternyata pemuda yang satu tempat duduk denganku di Bus Lorena adalah putra dari temanku yang beberapa hari yang lalu bercerita dan mengaku…</p>
<p>“ Ternyata masih ada mentalitas pemuda kita yang seperti ini, kapan bangsa ini akan maju ?”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=21&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/06/kuliah-dimana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/lorena.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lorena</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Berbagi</title>
		<link>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/02/belajar-berbagi/</link>
		<comments>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/02/belajar-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 05:55:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gafisthree</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[tokyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gafisthree.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[[gafisthree-NM] Seperti janjiku sebelumnya, berikut sekelumit kisahku sekeluarga 9 tahun belakangan ini yang aku bagi ke kalian semua. Luthfi adalah putraku yang kedua, buah hati kami yang ketiga. Ia dilahirkan di Banda Aceh 11 Oktober yang lalu. Abangnya,  Ahwaz (6 Th) dan kakaknya, Zayana (4 Th) lahir dan besar di sebuah kota tempatku berjuang untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=12&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_16" class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><img class="size-full wp-image-16" title="ayah_bayi" src="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/ayah_bayi.jpg?w=500" alt="ayah_bayi"   /><p class="wp-caption-text">Ayah Sayang Anak</p></div>
<p>[<strong>gafisthree-NM</strong>] Seperti janjiku sebelumnya, berikut sekelumit kisahku sekeluarga 9 tahun belakangan ini yang aku bagi ke kalian semua. Luthfi adalah putraku yang kedua, buah hati kami yang ketiga. Ia dilahirkan di Banda Aceh 11 Oktober yang lalu. Abangnya,  Ahwaz (6 Th) dan kakaknya, Zayana (4 Th) lahir dan besar di sebuah kota tempatku berjuang untuk meraih cita-cita besarku, Tokyo. Sebagai ayah dari ketiganya, mungkin hanya Luthfi, anak kami yang ketiga, yang paling banyak menyita waktuku sejak kelahirannya. Tangisnya selang sesaat dia dilahirkan merupakan tangisan pertama anak kami yang aku dengar walau sayup-sayup dari ruang tunggu. Sehingga kumandang azanpun dapat segera aku lakukan begitu persalinannya selesai.</p>
<p><span id="more-12"></span></p>
<p>Rasa takjub atas kurnia Ilahi pun baru aku sempatkan memaknainya sekarang, seiring dengan kelahirannya ke dunia. Memandanginya tidur sembari memperhatikan bersih wajahnya, bulat bola matanya, senyum ringannya, mencium tubuh wanginya dan membangunkan diriku sekuat tenaga walau terkantuk-kantuk bila tangisnya pecah di waktu malam merupakan pekerjaan rutinku sekarang.</p>
<p>Terbersit semalam, rasa sesal, rasa sayang dan rasa bersalahku yang bercampur aduk pada 2 buah hati kami yang lain, abang dan kakaknya Luthfi. Semalam juga, saat semuanya telah tertidur pulas, aku tak bisa tidur. Kuambil Qur&#8217;an, aku ke ruang sebelah, kuhidupkan lampu, sejenak kemudian kubuka Al Imran, kubaca, tak terasa airmata yang sudah tak kuat aku bendung tumpah, isak tangis mengguncang tubuhku karena menahan tangis agar tidak terdengar. Sayup-sayup dari kamar tidur (rumah yang kami sewa punya 2 kamar, 1 dari mereka kami jadikan gudang), aku mendengar Ahwaz memanggilku, &#8220;mama, pipiiis&#8221;. Karena mamanya yang baru saja menjalani persalinan belum memungkinkan untuk mengantarnya ke kamar mandi, segera aku beranjak mendekati, aku lihat matanya masih terpejam, kuusap kepalanya tiga kali, kucium sayang, terus kugendong dia ke kamar mandi (adalah rentetan pekerjaan yang terus terang tidak pernah aku lakukan sebelumnya). Terlambat kubuka celananya saat itu, celananya telah basah. Kencing di celana. Selesai itu, saat aku gendong kembali dia ke dalam kamar, dalam kantuknya kudengar dia berkata, &#8220;papa, makasih ya&#8221;, aku tak menyangka anak seumurnya bisa mengatakan itu untuk bantuan ayahnya yang sepele itu.</p>
<p>Terus terang kawan, saat itu aku benar-benar merasa aku bukan ayah dan suami yang pantas untuk mereka. Kurebahkan dia, kukecup ia dengan getar tubuh dan hati tak karuan. Kutepuk-tepuk punggungnya dan tak lama ia kembali tertidur. Kuperhatikan wajah anak laki-laki pertamaku ini, lalu kupalingkan wajahku ke sebelahnya, di sana ada anak perempuanku. Kupalingkan lagi ke sebelahnya, tak kudapati senyum mereka di sana. Aku dekati wajahku padanya, kuusap kepalanya tiga kali, kukecup dengan sayang kening dan pipinya. Anak perempuanku yang tak pernah bosan mengajakku untuk pergi tidur walau ajakannya sering tak kugubris.</p>
<p>Sambil memandangi keduanya, sekonyong-konyong saat itu juga aku terbawa kenangan jalani hari-hari di Tokyo. Selama 7 tahun di sana, Sabtu dan Minggu teman-teman Indonesia satu kampus umumnya mengisinya bersama keluarga, sebaliknya Sabtu dan Minggu umumnya aku mengisinya dengan rutinitas mengejar <em>conference deadline</em> dan <em>progress report</em> 2 mingguan, ke pustaka untuk mengkoleksi beberapa publikasi terkait, bolak balik ke lab. bila pembuatan specimen ataupun bila ada pengujian yang tak memakan waktu lama, mendampingi anak-anak <em>4th year</em> (<em>undergraduate</em>) dan <em>Master</em>, membaca <em>paper</em>, menyusun rancangan penelitian, berdiskusi dengan pembimbing, terus baca paper lagi, begitulah terus. Pergi pagi, pulang larut malam dan tiba di rumah dini hari menjadi hal yang biasa bagiku.</p>
<p>Melihat itu, pernah suatu ketika di bulan Ramadhan, teman satu kampusku, Kholid Ridwan yang baru saja tiba dari Jogya, geleng-geleng kepala sewaktu berkunjung ke ruanganku untuk membicarakan persiapan buka puasa bersama Aa Gym dari Indonesia di SRIT (Sekolah Republik Indonesia Tokyo), sempat berucap, &#8220;Wah, pantes kalau gini, tapi baiknya sesekali keluarga dipikirin juga to mas&#8221; katanya kala itu. Aku nggak terkejut mendengarnya, biasa saja. Seperti biasa aku mengalihkan pembicaraannya. Yah, saat itu aku pikir, istriku pasti yang curhat ke istrinya karena tak bisa menerima aktivitasku yang seperti itu. Hal itu aku maklumi karena ia melihat aktivitas suami teman-temannya yang tidak seperti aku. Walau akhirnya, suatu ketika di pagi buta di hari Sabtu, kudapati temanku itu, berada satu gerbong duduk tertidur berhadapan denganku di kereta jurusan kampus. Sengaja aku tidak mengganggunya dan akhirnya aku turun berlainan station dengannya. He&#8230;he..he, terikut juga pengaruh burukku, walau tidak seburuk aku sepertinya.</p>
<p>Pernah suatu ketika, waktu itu hari Minggu aku harus ke kampus untuk melakukan pengujian, anakku Ahwaz, minta ikut, saat itu adalah tahun ketiga program doktorku, 2006, tahun penentuan. Walau telah kuberi pengertian dengan iming-iming juz dan coklat kesukaannya tak mempan, maklum umurnya waktu itu 3 th, akhirnya ia kubawa juga. <em>Babycar </em>dan mainan bongkar pasang kesukaannya tak lupa kubawa. Kawan, di sana kami tinggal di pinggiran Tokyo, walaupun begitu, waktu tempuh dari kediaman kami ke kampusku kira-kira 1 seperempat jam. Singkat cerita, sesampainya kami di ruang kerjaku ia kuberi pengertian agar tidak macam-macam, walau kata-kataku sebenarnya tak berguna bagi anak sebayanya. Kubeli minuman dan makanan yang tersedia di vending machine di lantai bawah untuknya.</p>
<p>Dia tak suka&#8230;dan mulai rewel. Agar tak kelamaan dengan rewelnya, aku membawanya turun dan keluar kampus mencari juz dan coklat kesukaannya, sangat merepotkan dan mengganggu kukira waktu itu, dengan kesal kukayuh sepeda (sepedaku yang sengaja aku parkir di kampus dan ada keranjang tumpangan untuk anak di belakang). Sambil makan dan membongkar pasang mainannya, ia bisa diam. Kuminta ia tinggal di ruang kerjaku. Selanjutnya aku berkonsentarasi melakukan pengujian dengan mikroskop elektron, kebetulan tempat pengujiannya berada berhadapan dengan ruang kerjaku sehari-hari. Saat sedang asyiknya mengumpulkan data gambar dari mikroskop yang aku peroleh, ternyata anakku membuka pintu (sebelumnya aku juga sudah memberitahunya bahwa aku kerja di ruang depan), &#8220;papa&#8230;papa dimana?&#8221; suara kecilnya lirih (ruangan mikroskop itu luas dan gelap, berisi mikroskop besar dan kecil), selanjutnya tentu rengekannya yang terdengar.</p>
<p>Aku beranjak mendekatinya dan kuhidupkan lampu agar ia tak terkejut. Kuajak ia masuk namun dengan peringatan keras dan kuminta persetujuan darinya agar tidak mengganggu (saat kutulis ini, aku merasa sangat menyesal telah terlalu keras padanya), kucari kursi dan kududukkkan ia tak jauh dariku, dan kuberi handphone ku agar ia bisa memainkan beberapa game pikirku. Dia letakkan mainan bongkar pasangnya di lantai, selanjutnya ia asyik dengan game-game tersebut. Kuminta izinnya untuk mematikan lampu sesaat kemudian.</p>
<p>Selanjutnya aku kembali asyik mengkoleksi gambar dari beberapa spesimen dan sorenya istriku menelepon menanyakan keadaan anakku Ahwaz dan jam berapa kami akan pulang. Seadanya, kukatakan baik-baik saja dan sebentar lagi akan pulang. Namun, tak terasa aku sudah 12 jam berkutat dengan itu di sana. Pukul 9 malam saat kulirik arlojiku waktu itu. Waduh, udah malam pikirku, dan tiba-tiba teringat akan anakku, ia dimana? kok suara game yang dimainkannya nggak kedengaran lagi ya? galau&#8230;.kupanggil namanya Ahwaz&#8230;Ahwaz, tak ada jawaban. Kuhidupkan lampu, ternyata ia telah tertidur melingkar di kursi-kursi yang belakangan dijejerkannya sendiri agar ia bisa tidur.</p>
<p>Sepenggal kisah lain yang lucu menurutku, pernah suatu malam aku pulang cepat ke rumah, dimana sore harinya di <em>barber shop</em> dekat kampus, aku baru saja memangkas rambut kepalaku, kumis dan jenggot yang sudah tak beraturan lagi bentuk dan panjangnya, maklum ongkos sekali pangkas di Tokyo paling mahal sedunia, kena 12, 000 yen atau setara dengan 1,200,000 rupiah jadi harus ditunggu hingga pantas untuk memotongnya. Pangkas dengan tarif 1000 yen juga ada, tapi rambut kepala saja tidak termasuk servis-servis yang lain. Dengan tarif 12,000 yen itu, dijamin wajah yang tadinya kusut bisa ceria dan cerah kembali. Kembali ke kisah yang aku mau ceritakan, jadi begitu tiba di depan pintu rumah, pintu sengaja kuketuk tanpa ucapan salam karena yakin dua anakku, Ahwaz (3 Th saat itu) dan Batris (1 Th saat itu), belum tidur. Pintu terbuka, istri serta kedua anakku telah berdiri dihadapanku, istriku dan anakku, Ahwaz, walau surprise masih mengenaliku dengan baik. Berbeda dengan Batris, adiknya, yang sedikit ketakutan sambil menangis melihat tampang baruku tadi. Namun ketika kubuka suara dengan ucapan salam baru ia sadar, yang dihadapannya adalah ayahnya sendiri. Lucu kalau ingat akan wajah pucatnya melihatku ketika itu. Namun itu takkan terjadi kalau aku punya banyak waktu memeluknya sehingga ia bisa setiap hari melihat wajah ayahnya selekat-lekatnya.</p>
<p>Demikian kawan, sekelumit kisah yang kubagi di sini dan aku beri judul di akhir kisah ini: &#8220;belajar &#8216;berbagi&#8217; yang aku dapat dari anakku yang ketiga&#8221;.</p>
<p>Sebagai orang yang pernah menjadi &#8216;<em>poor father</em>&#8216; selama 9 tahun, ingin rasanya membalas penyesalan itu kepada istri dan anakku, tapi dengan apa baiknya aku balas, aku pun belum tau jawabannya, karena baru malam ini aku memikirkannya sendiri.</p>
<p>Banda Aceh, 31 Okt 2009 (2:03 dini hari)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gafisthree.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gafisthree.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gafisthree.wordpress.com&amp;blog=10216362&amp;post=12&amp;subd=gafisthree&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gafisthree.wordpress.com/2009/11/02/belajar-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f72b12e537a61e34cfa4aab2c38b74b2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">gafisthree</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gafisthree.files.wordpress.com/2009/11/ayah_bayi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ayah_bayi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
